Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

?

Someone told me. Friendship between man and woman doesn't exist. They fall in love. Maybe one of them, or each other. Maybe in the past, in the wrong time, maybe temporarily, or always do. I didn't believe that until it actually it happened to me 5 years ago. Yes. You will not believe something until it happened to you.

Sabtu, 27 Juli 2013

I'm Back

Well, postingan sebelum ini adalah appetizer. Sebelumnya saya disibukkan sama Tugas Akhir yang bikin pusing, ngga tidur, dan berat badan turun banget. Serius. Mikir Tugas Akhir nya aja udah pusing, ini pake ngerjainnya English. Sok banget ih pake bahasa inggris. Tapi alhamdulillah hari Selasa kemarin, tanggal 23 Juli 2013 jam 13.30, saya dinyatakan lulus cumlaude. Alhamdulillaaaaah..

Hari-hari selanjutnya masih balas dendam dengan melancarkan aksi tidur-awal-bangun-akhir. Entah sudah berapa hari saya lewatkan malam sampai pagi buat ngerjain Tugas Akhir. Dan paginya harus ke kampus buat konsul. Konsulnya dobel-dobel pula. Pembimbing TA sama Pembimbing bahasa Inggris. Ini baru Tugas Akhir ya, ngga tega bayangin yang skripsi kayak apa. Apalagi tesis. Beuh.
Revisi yang padahal cuma daftar pustaka, belum tersentuh sama sekali. Nanti deh nanti.

Ngomong-ngomong, rasanya baru kemarin jadi mahasiswa baru. Di ospekin, didiklatin sana sini. Eh sekarang udah lulus aja. Sampai nggak sadar udah tiga tahun. Berarti habis ini pisah deh sama temen-temen. Kita nggak akan selamanya tinggal di tempat yang sama kan. Mau ngga lulus-lulus? Nggak lah.
Rencana selanjutnya? Hmm.. Sekarang masih jadi job seeker. Ngga nyari yang jauh-jauh, biar bisa sambil kuliah. Masih pengen nurutin orangtua yang nyuruh buat lanjut. Itu cuma rencana sih, biar nanti terserah Allah kasihnya gimana.

Apa lagi yaa.. Oh, pacar? Maksudnya, laki-laki yang bersedia nganter jemput kita tiap hari, yang selalu kita gandeng kalo jalan, yang ngucapin selamat pagi selamat tidur i love you i miss you blahblahblah itu? Belum butuh. Nanti aja kalau sudah waktunya. Aku masih di bawah umur. 20 tahun pun belum. Lagi pula aku masih bisa kemana-mana sendiri sih tanpa ada yang nganter jemput. Masih banyak juga yang bisa diajak jalan. Punya banyak temen itu lebih asik.

Udah ah curhatnya, mau lanjut nonton film yang sudah menumpuk dan tertunda gara-gara itu tadi, Tugas Akhir.

Senin, 04 Februari 2013

The "Habit"

Terlalu banyak kebiasaan yang harus ditinggalkan. Karena belum terbiasa, menghindari mungkin bisa sedikit membantu. Hari ini saya di tempat ini lagi seperti kemarin-kemarin, masih ragu mau kembali. Nanti juga saya masih disini lagi, belum mau beranjak. Terlalu banyak kebiasaan yang harus ditinggalkan satu waktu ini, saya belum mengerti. Mungkin nanti kalau menemukan kebiasaan baru maka bisa menyesuaikan. Mungkin.

Bukan saya, kamu, kalian, atau kita yang berubah.
Waktu yang berjalan.


Selasa, 02 Oktober 2012

Happy Birthday (Late Post)

Happy birthday me. Tepatnya tanggal 29 September kemarin saya ulang tahun yang ke sembilan belas. Kesembilan belas pemirsaa, diantara teman-teman yang sudah umur dua puluh bahkan dua puluh satu. Miapah kan. Well lah ya, ini tahun belasan saya yang terakhir. Kedepannya pasti bakal merindukan masa-masa belasan saya.

Look, aku bahagia sekali. Dapet beberapa surprise dari temen-temen di berbagai kalangan, haha. Dari temen kuliah, organisasi, sampe temen SMA. Jadi hari Jum'at pagi ada lil' surprise dari Liling, Dika, Elisa, Ani, dan Ika. Unyu sekali mereka-mereka ini.

ani, me, elisa, dan muffin keju yg unyu
Terima kasiiiih teman-temanku tercintah kejutannya pagi-pagi, kkelas masih pagi. Liling biasanya telat juga jadi pagi, terharu ling :') Meskipun akhirnya dipalakin di kantin, ngga papa lah demi kalian :3

Besoknya pas hari H, lagi masak-masak sama ibu di dapur. Om yang lagi cuci mobil di depan rumah nyeletuk, "Sita, ada kucing tuh di ruang tamu, usir nduk". Apa? Kucing? Ya udah sih biarin, di ruang tamu juga ngga ada ikan. Emang kucing doyan koran? Tapi si ibu malah nyuruh ngusir. Akhirnya jalan lah saya ke ruang tamu. Bukannya kucing, yang ada malah segerombolan manusia yang bawa kue tart pake lilin angka 19 diatasnya. Indra, Lupi, Radit, Mira, Ijah, Inas, Ochim, Tika, sukses bikin saya bengong beberapa hari. Ngga deng, cuma beberapa menit. Jangan berlebihan deh Sit -____-

Iyaaa! Jadi mereka itu dateng gitu ke rumah. Ternyata si Lupi udah koordinasi sama Ibu. Apa pula, ibuku emang gaul dan nyentrik, apalagi sekarang pake BB. Tiap menit update. Muohoho

fyi, ini belum mandi -_-

w/ mom, yg paling gaul dan nyentrik. mwah :*

w/ ochim, dewa nyepik
maunya foto sendiri, si indrong nimbrung -_-
radit, indra, upi, me, mira, tika, ijah inas. love ya guys :*
Cukup sampe disitu celebration nya. Habis gitu mereka pada kalap makan dirumah -_____-
Terus cus beli bunga, ceritanya mau ke wisuda. Tenang aja, itu saya udah mandi dan rapi kok.

Oh iya wisuda. Jadi kita nunggu lamaa banget diluar. Yang boleh masuk ngeliput cuma dua oran. Jadilah kita diluar gedung, di pintu entah belakang atau depan saya juga ga paham, sambil bawa bunga sampe dikira jualan.

Yang pertama keluar dari pintu ada Mas Sonif, Mas Wahyu, dan Mas Ian. Ah yakin mereka sudah pada wisuda, rasanya baru kemarin jalan-jalan kayak bocah ilang :')
Cari Mba Ika sama Mba Rizky nggak ketemu-ketemu, ternyata lewat pintu satunya. Oh, oke. Anyway, mereka berdua cantik sekali didandanin gitu :'))

radit, me mba ika, ochim, mba rizky, tika, ijah, inas
 Sabtu malem jalan pula sama soulmate SMA. Nje dan Nela. Selalu jadinya bertiga walopun udah jarkom kemana-mana. Akhirnya jam setengah tujuh kita meluncur ke cafe Hol*and. Ini recommended, kata Nje. Padahal nggak sama sekalii. Menunya dikit dan sandwich nya ngga enak. Ups.
Daaan disini dapet suprise lagi dari kurcaci-kurcaci galau ini.

low quality ya? maklum ga bawa kamera.
Fiuuh, intinya terima kasih buat kaliaaaan semua yang sudah meramaikan ulang tahun saya. Ini unforgettable. ILYSMMMMM :*

Kamis, 30 Agustus 2012

Unpredictable Guy #2

Dan ketika kamu tersenyum, menggumamkan "Semangat!" padaku dari jauh, sejenak tempat itu berubah menjadi koridor sekolah kita.

Unpredictable Guy #1

Seperti kejutan. Aku melihatmu diantara mereka yang berbaju hitam putih dan berambut hampir plontos. Oh bukan, kamu yang melihatku lebih dulu. Lalu aku sadar ketika kamu melempar senyum. Senyum yang masih sama seperti dua tahun lalu saat wisuda kita. Gerakan disekitar serasa melambat, aku diam di tempat. Ya, siang ini kita bertemu lagi. Di keadaan yang tidak pernah terlintas di benak. Dear my ex-crush, aku tidak tahu banyak cerita tentang kamu. Melihatmu lagi rasanya tabu. Kulirik lengan kananmu, pita warna ungu. Sejak kapan kau ingin belajar lagi, apalagi di kampus yang se-disiplin ini. Entah, aku masih belum mempercayai mataku.

Aku menunggu ada yang melayang di jantungku saat kamu tersenyum. Saat tangan kita bertaut. Aku menunggu, sampai kamu berlalu. Tapi ia tidak datang. Tidak akan datang lagi.

Rabu, 01 Agustus 2012

Gogogoww

Fiuuh. Berapa lama sudah nggak menjamah blog ini. Sarang laba-labanya udah dimana-mana. Debunya tujuh centi. Ada gelandangan tidur disini segala *berlebihaan

Haaaii :)
Nggak terasa udah masuk ke tingkat 3. Udah senior banget :3
Meskipun sumpek gara-gara IPK anjlok -____-
Udah masuk bulan Agustus juga ya. Mmm, August will nya.. Semester depan harus lebih baik, lancar PKL, terus lulus TA nya. Amiin.
Oh ya, ngomong-ngomong PKL, kemarin baru ke PT. Gudang Garam Tbk sama si partner Dika, pabrik rokok itu tuuh yang di Kediri. Waaah nggak berhenti bengong. Kantornya baguuus banget ngalah-ngalahin hotel. Semoga aja bisa kecantol disana yah, amiin. Fight fight >.<

Selebihnya, liburan ini sambil puasa. Kadang-kadang buber. Kadang-kadang kalau malem keluar sama besties, Nela sama Nje. Sharing mulai dari celotehan macam ababil sampai obrolan berat. Kalau malem paling ya texting sama Fahmi.Ya, aku sedang bahagia. Lebih tepatnya, mencoba bahagia aja daripada mikirin IPK, hahaha. Semester depan harus berjuang ya Sita, Gogogoww >o<

Minggu, 27 Mei 2012

What I Want To Be

Ada beberapa hal yang sudah kita rencanakan matang-matang, tapi kemudian dimatikan oleh kegagalan. Dulu waktu SMP, saya bercita-cita jadi duta besar. Sampai sekarang pun, saya masih pengen jadi duta besar. Walhasil meskipun di SMA masuk jurusan IPA, waktu SNMPTN ambil yang IPC. Yang saya ambil waktu itu Gizi, Hubungan Internasional, Psikologi. Sudah tersusun dengan rapi rencana-rencana saat itu. Kuliah di jurusan Hubungan Internasional, lulus, lanjut sampai magister, kalau bisa sampai doktoral. Lalu jadi duta besar. Cuma itu yang kepikiran, tanpa bikin plan yang lain.

Tapi mendadak semua jadi blur waktu buka pengumuman SNMPTN, gagal. Oh God it's unbelievable. Waktu itu bener-bener desperate se-desperate-desperate-nya. Nggak mikir lagi mau kuliah dimana. Rencana yang indah-indah itu jatuh berceceran, pecah jadi berkeping-keping *oke ini lebay*

Sekarang, yah meskipun kadang-kadang masih suka ngerasa salah jurusan, tapi sudah mulai mikir masa depan nanti mau kemana. Meskipun nggak se-semangat dulu lagi. Ah sedih :')
Still ya, it's about passion. Dan masih ngerasa juga kalau passion ku bukan disini. Ya udah sih ngga papa, ini rencananya Allah kan? Semoga nanti bisa barokah.

Sabtu, 05 Mei 2012

Uncomfortable

Kadang kita terpaksa terlempar dari kotak nyaman kita. Mengalah untuk memberikan rasa nyaman itu pada orang lain. Tidak peduli kita menjadi benar-benar terganggu dan terpojok di area yang asing. Lagipula bahagia itu tidak selamanya. Bahagia itu layaknya piala bergilir yang setiap orang pernah memegangnya, tapi kemudian harus menyerahkannya pada orang lain. Bahagia atau tidaknya hidup kita, tergantung seberapa banyak pengorbanan yang kita berikan pada orang-orang terkasih. Menurutku.

Saat ini aku sedang mengorbankan rasa nyamanku pada mereka, orang-orang yang sangat kukasihi. Tapi rasanya sulit kali ini. Kemudian muncul sedikit rasa bosan dengan hidup, tapi belum siap untuk membayangkan mati. Sesekali aku ingin lenyap, menjadi invisible untuk sementara. Sehingga tidak perlu berbicara dengan mereka sebentar saja, tidak perlu menjadi beban bagi orang lain, tidak perlu mengganggu mereka lagi.

Tidak perlu, berbuat kesalahan lagi.

Minggu, 19 Februari 2012

Maaf (last)

Untukmu.

Begitu banyak masalah yang kutimbulkan untukmu. Maaf sudah merecokimu dengan pertanyaan maupun pernyataan bodoh. Maaf sudah mencuri waktumu yang sangat sedikit hanya untuk menemaniku. Maaaaff sekali sudah mengganggu ketika kamu dilanda kebingungan. Aku yang egois ini, tidak tahu bagaimana caranya agar kita bisa bersama sebentar. Maaf sudah membunuh karakternya, tapi kemudian aku gagal. Terima kasih sudah menjadi begitu sabar. Maaf belum bisa membalas kebahagiaan yang kamu bagi sampai detik ini. Lain kali jika aku memanggilmu, jangan menoleh.

Aku mengingatmu kemarin, sekarang, dan esok hari.

Jumat, 03 Februari 2012

Menyesal?

Tidak. Tidak sama sekali. Aku lebih suka menyesal seperti, "Kenapa aku melakukannya?". Daripada aku menyesal sambil berkata, "Kenapa hal itu tidak kulakukan?". Untuk apa menyesal kalau memang tidak bisa kembali lagi. Kalau aku dipersilakan kembali ke beberapa waktu lalu, aku tetap tidak akan meminta untuk tidak dipertemukan denganmu. Kalau tidak bertemu denganmu aku tidak akan melalui satu tahun lebih yang merah jambu.

Beberapa tahun ke depan mungkin aku hanya mempunyai bingkai-bingkai fotomu yang tersusun rapi di rak bukuku. Mungkin aku masih akan menyimpan tiket-tiket masuk bioskop yang pernah kita kunjungi dan bon-bon makan kita berdua. Mungkin. 

Aku tidak pernah menyesali pertemuan, ataupun perpisahan. Kutekankan sejak awal karena menurutku kita bertemu untuk berpisah. Kesalahan bukan ada padamu, padaku, atau pertemuan dan perpisahan itu. Aku hanya ingin bertanya, entah siapa yang mampu menjawab disertai logika yang bisa kuterima. Mengapa waktu kita selalu salah? 



Senin, 16 Januari 2012

The Power of Time

Waktu itu benar-benar luar biasa. Dia bisa mengubah yang baik jadi buruk. Yang buruk jadi baik. Yang rendah jadi tinggi. Yang tinggi jadi rendah. Yang bodoh jadi pintar. Yang pintar jadi celaka.
Termasuk waktu, bisa mengubah yang ada jadi tidak ada. Yang tidak ada menjadi ada.
Salah siapa kalau mereka harus pergi? Ya sudah. Itu gara-gara waktu. Tapi bukan salah waktu.
Mau menahan, waktu sudah menarik-narik mereka. Waktu bisa berlari cepat kalau yang melaluinya bahagia sampai lupa. Waktu bisa berjalan sangat lambat kalau yang melaluinya menunggu sampai jenuh. Yang pasti benar, waktu tidak mungkin berhenti. Pasti. 


Boleh termasuk juga, waktu mengubah yang dekat menjadi jauh. 

Sabtu, 07 Januari 2012

Late Night Chat

Facebook sudah ku log out sejak tadi. Tapi entah kenapa aku ingin membukanya lagi. Dan ternyata benar. Ada lingkaran hijau di samping namamu. Kamu, yang susah payah aku lupakan. Mau tidak mau aku teringat kamu lagi meskipun sudah ada yang menetap disini. Tidak ada sedikit pun niat atau keinginanku menyapa. Tapi sedetik kemudian, kamu muncul.

Kamu : Hei, apa kabar?
Aku : Baik, kamu?
Kamu : Baikk. Sibuk apa?
Aku : Sibuk kuliah. Kamu?
Kamu : Sibuk nulis. Sama prepare ke bali.
Aku : Oh, ada acara?
Kamu : Iya. Mengejar mimpi. Bakalan lama kayaknya.
Aku : Oh, bertahun-tahun?
Kamu : Mungkin. Kalau bosen ya pulang :D
Aku : Mana ada mengejar mimpi malah bosen.
Kamu : Kalau aku kangen ibuk?
Aku : Ya ibuk diajak aja.
Kamu : Hahaha. Aku ngantuk, tidur dulu ya.
Aku : Ya.

Lucu. Kita tidak pernah berbicara sekaku itu ya dulu? Entahlah, aku mungkin sedikit berdesir saat ini, tapi tidak untuk jatuh padamu lagi. Bukan karena tidak bisa, tapi memang sudah tidak ada :)
Aku ingin bercerita panjang lebar padamu, tentang dia yang sekarang ada disini. Aku tidak tahu, apa mungkin aku sudah jatuh padanya. Tapi bukan dia alasanku sehingga bisa melupakanmu. Jujur saja, dia sudah ada tempat sendiri disini :)

Rabu, 28 Desember 2011

Bianglala (?)

Selasa, 27 Desember 2011
17.00-21.00
PS : Kurang lebihnya segitu.

Kuburan, bakso bakar, es jeruk, teh hangat, nice-night-view, kaos putih.
Bianglala, kamera low batt, memory hp full, jagung rebus, pasangan gay (?)

That was.. awesome.
Belum sempat bilang "Aku seneng" dan "Terima kasih".

Hey, aku seneng. Makasih :p

Minggu, 04 Desember 2011

New Message from Me

Hai :)
Ehem, aku bingung harus mulai dari mana. Yang jelas teringat yaitu saat-saat quality time kita berdua, sejak awal kita saling kenal. Dan...tunggu, pasti kamu bingung kemana arah tulisanku ini. Don't take it too serious deh, karena pada dasarnya aku cuma mengungkapkan apa yang tidak bisa keluar dari bibirku. Kemana lagi  akhirnya kalau bukan lewat tulisan. Aku juga tidak yakin akan bisa bicara langsung ke kamu.

Jadi begini..
Sebenarnya aku juga tidak paham jalan pikiranmu. Terlalu rumit. Aku juga sudah mulai bosan menebak-nebak, kalau ternyata tebakanku salah. Aku masih sangat ingat 12 bulan lalu, mm mungkin 13 bulan, atau mungkin kurang. Ralat, aku lupa tepatnya kapan. Yang jelas aku masih ingat perasaan macam apa yang aku punya pada saat itu. Mungkin terdengar aneh, tapi sampai sekarang aku masih tidak tenang memikirkan kamu. Bagaimanapun kamu menyikapiku, aku masih sabar. Aku juga masih sabar menunggu, tidak pasti pun akan aku tunggu. Mungkin akan melegakan kalau kita menunggu hal yang sudah pasti. Tapi aku masih bisa menunggu sesuatu yang ambigu. Aku masih mau menunggu yang tidak jelas, hanya karena ketidakjelasan itu adalah kamu.

Aku pernah berangan-angan, yang setelah itu terhapus bersih oleh rasa takutku. Pernahkah kamu memikirkan untuk takut jika suatu saat aku tidak ada lagi untuk kamu? Pernahkah? Tidak perlu kamu katakan, aku juga sudah tahu. Aku hanya bisa melihat wajahmu dalam segelas air bening di siang terik. Aku terlalu takut berangan-angan, memikirkan apakah jarak di sela-sela jariku ini akan muat dengan jari-jarimu. Aku tidak berani..
Kalau kamu tanya apa mau egoku, aku mau kita sampai di ujung rasa, sampai selamanya. Ya, egoku. Kalau kamu tanya apa mau KU, semuanya kukembalikan kepada kamu. Kamu akan menetap, atau...pergi.

Selasa, 15 November 2011

my man


Belum ada lelaki terbaikku setelah ayah. Mungkin nanti akan ada yang menjagaku seperti ayah, seseorang yang aku akan mengabdikan hidup untuk berbakti padanya. Seseorang yang akan kucium tangan dan pipinya saat pergi dan pulang kerja. Seseorang yan akan mengimami sholat dan ibadahku kepada-Nya. Seseorang yang akan aku rawat sepenuh hati jika sakit. Seseorang yang akan duduk diam dan membelaiku ketika aku menangis.

Aku sayang ayah. Begitupun lelaki terbaikku setelah ayah. Ia tidak akan merasa sakit sendirian :)

Minggu, 25 September 2011

Dreams

Kalau membicarakan mimpi, pikiran saya tertuju pada satu orang. Orang ini luar biasa, menurut saya. Dia bisa setenang air, semembara api, bisa juga sekuat baja. Bagaimana tidak, hidup berat ia jalani dengan tawa. Justru membuat yang lain bahagia karena dia. Tidak banyak orang yang tahu beban yang dipendamnya. Saya termasuk yang "pernah" sangat mengerti kehidupan dia yang sebenarnya.

Hari itu, dengan menggebu-gebu ia mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Semua sudah dipersiapkan, HAMPIR selesai. Namun karena suatu keadaan, pihak sekolah kami menjadi kendala cita-citanya tersebut. Kecewa, marah, sedih, campur aduk dalam pikirannya. Lewat tulisan, ia menumpahkan semua kekecewaannya. Tanpa sadar, saya jadi ikut geram. Karena "kebetulan" saya menyaksikan sendiri semua perjuangannya dari nol. Bukan, bukan dari nol, tapi dari minus! Ya, dari minus. Dia pernah ada di bawah sekali.

Kalau bukan dia, mungkin sudah menyerah. Tapi ini adalah dia, rumput liar yang tetap tumbuh walaupun terinjak. Tidak selesai sampai disitu, sampai sekarang ia masih memperjuangkan cita-citanya. Meskipun sekarang masalah utamanya adalah finansial, tapi dia bukan orang yang akan diam begitu saja. Mengupayakan sebisa mungkin walau sering dianggap sepele dan dipandang rendah. Tapi di mata saya, dia orang yang hebat.

Untuk kamu, mungkin saya sudah menulis terlalu banyak tentang kamu. Semoga kelak jika kita bertemu, kamu adalah kamu yang ada dalam mimpimu.

Sabtu, 24 September 2011

Terakhir

Tidak ada alasan untuk kembali. Yang terakhir untuk kamu, semoga bahagia. Capai semuanya yang pernah kamu ceritakan dulu. Fighting!

#backsound "Bunga Terakhir" by Bebi Romeo
#setting di bawah hujan
lalalala~

Jumat, 23 September 2011

Detik

Setiap detik, ada yang pergi dan ada yang datang.
Setiap detik, ada yang mati dan ada yang lahir.
Setiap detik, ada yang mulai dan ada yang berakhir.
Setiap detik, ada yang bertemu dan ada yang berpisah.

Setiap detik yang dilalui, layaknya setiap nafas yang terhembus.
Begitu mahal dan berharga.