Tampilkan postingan dengan label my own quotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my own quotes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Minggu, 20 November 2011

Dear, you


I'd rather had bad times with you, than good times with someone else.
#myownquotes

Hey kamu.
Aku tidak pernah memintamu memperlakukanku seperti putri raja.
Aku tidak pernah memintamu untuk memanggilku "cantik".
Aku tidak pernah memintamu memayungiku saat hujan, sementara bajumu basah kuyup.
Aku tidak pernah memintamu menarikkan kursi ketika kita duduk berdua, menikmati pancake di senja hari.
Aku tidak pernah memintamu memainkan lagu untuk menghiburku.
Aku tidak pernah memintamu membukakan pintu untukku.
Aku tidak pernah memintamu meluangkan banyak waktu untukku, karena kamu pun sangat sibuk.
Aku tidak pernah memintamu untuk menungguiku semalaman ketika aku sakit.

Hey kamu.
Aku meminta kamu, yang memanggilku "bodoh", "cengeng", atau "cerewet".
Aku meminta kamu, yang melempar payung sehingga kita pulang dengan basah kuyup, tertawa bemain hujan.
Aku meminta kamu, yang selalu punya cara konyol untuk menghiburku.
Aku meminta kamu, yang duduk bertopang dagu dengan wajah polos, menungguku selesai memasak pancake.
Aku meminta kamu, yang duduk diam, menepuk pelan kepalaku ketika air mata ini tumpah.
Aku meminta kamu, yang menahan pintu ketika aku akan masuk sambil tertawa jahil, sehingga semua orang memperhatikan tingkah bodoh kita.
Aku meminta kamu, yang memarahiku ketika aku jatuh sakit.
Aku meminta kamu, yang menjadi orang terakhir untuk mengucapkan selamat malam di penghujung hariku.
Aku meminta kamu, yang selalu mengingatku ketika beranjak tidur, sesibuk apapun harimu.

Hey kamu.
Aku lebih memilih melalui waktu yang sulit bersamamu, daripada bersenang-senang dengan orang lain.

Kamis, 18 Agustus 2011

Dear daddy


Dear daddy, no matter where I go in life. Who’ll I get married to. How much I spend much time with guys. You’ll always be my number one man #myownquotes
Dad, you’re really ma man.
Bener-bener bersyukur, punya ayah yang sabar dan ngerti. Sayangnya ngga terlihat, tapi terasa. Dulu waktu masih SD, aku pernah kejatuhan dipan yang ada pakunya. Kepalaku sampai harus dijahit. Sampai sekarang dipan itu ngga pernah terlihat. Kata ibu, habis aku kejatuhan,ayah langsung buang dipan itu :’)
Sekarang, aku udah segede gini dan mulai bandel kalau dinasehatin. Udah bukan anak kecil yang langsung pulang habis sekolah. Bukan anak kecil yang ngadu kalau dijahilin. Pulang malem-malem tiap hari. Ngga akan diem dirumah kalau emang lagi bener-bener sakit dan ngga bisa jalan. Sekarang ayah yang kerjanya berangkat Senin pagi dan pulang Jumat atau Sabtu malem, tetep telfon kalau aku belum pulang. Jelasnya dapet laporan dari ibu. Kalau udah ayah yang telfon, aku bakal pulang saat itu juga. Ayah juga ngga bakal tidur kalau aku belum pulang. Pernah waktu itu malam minggu, aku keluar sama temen-temen, pulang jam 10 malem. Ternyata ayah masih nunggu di ruang tamu pas semua udah tidur :’)
Ayah ngga pernah marah, apa lagi sama aku. Kalau ayah jengkel, pasti diem. Kalau sudah reda jengkelnya, baru aku dinasehatin.
Kata ibu, dulu waktu ayah kerja bertahun-tahun di Kalimantan dan aku di Bali, aku sampai nggak ngenalin waktu ayah pulang. Sampai nangis-nangis ngga mau ikut ayah. Kalau denger cerita-cerita ayah, rasanya pengen benget tau seperti apa ayah dulu. Sempat nemuin beberapa carik kertas yang tulisannya masih diketik pakai mesin ketik. Ternyata itu cerpen buatan ayah. Bukan Cuma satu, tapi ada banyak. Sebagian besar ceritanya tentang pendaki. Maklum, ayah dulu pendaki juga. Tapi ngga tau kenapa kalau anaknya satu ini mau ikut naik gunung bareng temen-temen malah ngga dibolehin :D
Ayah juga pinter. Pas nemuin raportnya, nilai ayah bagus-bagus. Tapi ayah ngga pernah marah kalau nilaiku jelek, haha. Oh iya, ayah juga cerita. Dulu cewek-cewek banyak yang naksir, tapi ayah cool-cool aja. Emang ayah orangnya ngga terlalu peduli sama begituan. Sampai ketemu ibu, mungkin gara-gara ibu yang ceriwis dan ayah cool kali ya, jadi ayah nyambung sama ibu.
Ayah ganteng, tinggi pula. Kata ibu, aku harus dapet suami yang lebih ganteng dari ayah ntar, “ibu jelek-jelek gini aja bisa dapet yang seganteng ayah. Berarti kamu harus dapet yang lebih ganteng lagi”. Astaga! Hahaha :D
The best part adalah bukain pager, bawain tas, dan bikinin kopi waktu ayah pulang kerja :D
Ayah, terima kasih sudah menjagaku. Ngga tau harus dengan apa aku balas. Semoga nanti aku bisa bikin ayah bangga sudah menaruh namamu di belakang namaku. I love you :*

Kamis, 21 Juli 2011

chocolate :)

life is like a bar of chocolate.
whether it's sunny or not outside, it'll be melted and useless if you don't eat and enjoy it soon :)
#myownquotes

Rabu, 29 Juni 2011

hahaha :D

Berhubung saya lagi galau.
Jadilah postingnya ga berguna gini.
Oh ya. Saya bikin quotes sendiri. Tanpa copy paste. Tanpa nyontek siapa pun.

If you ask me to wait for you, I will.
But if you just watch over me there, I may leave..

Ya. 
Kalau kamu minta aku untuk nunggu, aku mau nunggu kamu.
Tapi kalau kamu diam, aku bisa saja pergi. Karena kupikir kamu memang tidak ada niat untuk itu.

:)