Tampilkan postingan dengan label ngelamun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngelamun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011

a little nice story

A : Aku sudah berada di ujung jalan. Tidak mampu melangkah lagi.
B : Aku akan mendampingimu.
A : Kenapa? Aku begitu merepotkan. Dan sepanjang jalan harus menarik-narikmu. Sebenarnya kau sejak dulu sudah tidak kuat kan? Kau selalu menghiburku, dan kau paling memahamiku. Tapi hari ini kau cuma duduk dan diam saja. Karena kau pun sudah tidak kuat melangkah lagi.

Kemudian B menarik A ke mobil. Mobil mulai dikemudikan.

A : Kau mau bawa aku kemana?
B : Bukankah kau mengatakan kau sudah berada di ujung jalan? Sekarang kita akan ke ujung jalan.
A : Apa yang dimaksud ujung jalan?
B : Jalan ini panjang dan lurus. Aku takkan mengebut. Tapi aku pun takkan injak rem. Kecuali kau minta berhenti. Jika tidak, kita pasti bisa sampai di ujung jalan.
A : Menyetir seperti ini sangat berbahaya kau tahu? Kalau kita berjalan terus dan bertemu gunung atau tebing, maka kita akan mati terbentur!
B : (tersenyum)

Sunyi sejenak..

A : Aku sudah tahu.. Aku masih kuat berteriak minta tolong. Karena itulah aku tidak mungkin sampai di ujung jalan. Jadi, berhentilah..

Kemudian mobil berhenti di tepi jalan.

B : Kau tahu benda yang berada di belakang lampu-lampu itu apa?
A : Mm..aku rasa pasti gunung.
B : Lalu di belakang gunung?
A : Tidak tahu. Nilai geografiku paling jelek.
B : Pasti lampu lagi. Betul tidak?
A : Betul..

A : Aku sudah yakin satu hal.
B : Apa?
A : Walau aku tidak tahu ujung jalan itu seperti apa, namun aku yakin. Kalau aku sudah tiba disana, kau pasti ada disana..

Kamis, 21 Juli 2011

hey, it's me !

Well ya..
Saya tau suatu saat saya akan mengalami masa-masa seperti ini.
Saya tidak takut sama sekali. Ini merupakan satu proses pendewasaan buat saya.
From now on, bolehkah saya dikatakan dewasa? Boleh kan. Boleh dong. Pasti kan. Pasti doong. --"

Yah. Mungkin tingkah saya emang masih seperti anak kecil. Polos, bodoh, dan pingin tahu terus. Memang bukan ini lingkungan saya yang sebenarnya, I mean..dalam standar usia seharusnya tahun ini saya masuk kuliah. Karena suatu keadaan, yang sebenarnya ngga pernah saya sesali sedikitpun, saya masuk bersama kakak-kakak kelas saya.

Tapi meskipun begitu, saya selalu berusaha berpikir dewasa dan jauh ke depan. Meskipun kadang juga saya ucapkan dengan cara saya yang bodoh, tapi saya ingin membahagiakan orang-orang di sekitar. Orang-orang yang selama ini sudah saya bikin ribet hidupnya gara-gara saya. Hahaha, honestly saya ngga tahu dengan cara apa untuk membalas kalian.

Jadi saya pikir, it's my time to grow up. And it's my turn to understand you all :*

Rabu, 06 Juli 2011

OMG :D

Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada dua pilihan. Pada awalnya kita santai saja menjalani berbagai keadaan. Tapi semua itu pasti akan mengerucut dan mengacu pada satu titik. Tidak ada yang perlu ditakutkan ketika kita harus memilih. Yang perlu kita takutkan adalah ketika kita tidak punya pilihan. Of course lah, don't you have any purpose to pass this life?

Dan yang sedang tejadi saat ini adalah keterbatasan saya untuk menjalani dua realita yang kontras secara bersamaan. Di satu sisi, tidak mungkin untuk menyakiti siapapun termasuk orang-orang terdekat. Di sisi lain, semua ketidakpastian yang ada membuat saya berpikir untuk meninggalkan sisi ini. Tapi, kadang ada rasa tidak yakin dengan pilihan pertama. Apakah saya akan baik-baik saja? Apakah yang lain tidak akan menyalahkan saya? Bagaimana kalau tiba-tiba kemungkinan kedua tidak sekedar menjadi kemungkinan? Bagaimana kalau, bagaimana kalau, bagaimana kalau...

Well. Mungkin salah satu solusinya adalah sabar. Tunggu sedikit jeda sebelum memutuskan sesuatu yang berharga. Tapi jeda yang saya lalui ini sudah bukan sedikit lagi. Cukup lama sampai akhirnya saya menulis ini. Hingga akhirnya saya putuskan untuk membuka pilihan. Dua pilihan saja. Astaga, apakah tidak ada yang sadar kalau dua pilihan saja ini hampir membuat saya bingung membedakan mana hamster dan mana sapi? --"

Susah juga membuat orang sadar tanpa kita memberi tahu yang sbenarnya. Tidak semua orang peka untuk membaca situasi. They're not mind reader..

Senin, 04 Juli 2011

Procrastinator :)

Yap. Ini penyakit paling parah buat pelajar, apalagi mahasiswa.
Just don't know why, kenapa saya juga menderita penyakit ini.

Contoh!

Hari Selasa dikasih tugas statistik, dikumpul minggu depan. Dalam hati berniat, oke ntar pulang kuliah cari data, ngerjain sama anak-anak.
Pulang. Eh film korea yang ini! Akhirnya, nonton.
Besoknya tanya anak-anak, ternyata belum pada ngerjain. Merasa banyak yang senasib, penyakit ini makin menjadi.
Oke, ngerjainnya malem minggu aja. Pas malem minggu, malah nonton film. Akhirnya, tugas itupun saya kerjain Senin malem, dan kadang Selasa paginya masih dibenahin di kelas.
Bagusnya, ternyata bukan saya seorang yang kena penyakit ini.

Kadang ujung-ujungnya mikir juga, ngapain aja aku dari kemarin? What I've done last days?
Pengen juga benahin penyakit ini, tapi virusnya ngga ilang-ilang. Males.
Haha :D


Oh iya, belajar sistem kebut semalam, ternyata saya bukan satu-satunya *liriklirikyanglagiuas

Rabu, 11 Mei 2011

morniiiing :)

Pagiii sekali saya sudah sampai di kampus. Masih sepi.. Bahkan kelas juga masih dibersihin sama pak cleaning service. Kadang mikir juga, pak cleaning service dateng jam berapa yaa.. Pak cleaning service seringkali dianggap remeh, padahal dia yang datang pagi-pagi, bersihin semua ruangan buat kita belajar, kita tinggal duduk manis aja di kelas. Sekarang bayangkan kalau ga ada mereka, emang kita mau belajar di ruangan yang kotor dan berantakan? Apalagi mahasiswa cewe-cewe ala tante-tante yang banyak ditemui di jurusan saya ini --"

Pak cleaning, aku ga tau siapa lagi yang mikirin kalian, tapi terima kasih yaa sudah membuat kampus ini bersih :D

Satu lagi, pak ojek deket rumah. Bukan deket rumah sih, tepatnya di ujung perumahan ITP. Bagaimanapun, mereka berjasa sekali. Beruntung disitu ada pangkalan ojek, kalo nggak, saya bakalan jalan di jalan super duper bobrok. Kalo siang panas, kalo malem ga ada lampu, kalo hujan becek, aaaa jelek banget pokonya. Apalagi waktu SMA, dimana saya belum bisa naik motor, hha. Sekarang juga masih naik ojek, kalo lagi ga bawa motor. Sampe-sampe udah akrab sama mereka. Gimana ya, saya juga ga malu tuh kalo lagi sama mereka. Setiap orang punya dua sisi yang berbeda, walaupun mereka cuma tukang ojek, tapi moralnya lebih tinggi dari pejabat. Jadi jangan melihat seseorang dari satu sisi aja, siapa tahu mereka punya apa yang kita tidak punya. *waah omongan saya kenapa jadi beginii haha

So give thanks to them !!
Kadang ingin melakukan sesuatu yang berarti untuk orang-orang yang berarti, tentunya sesuatu itu harus penuh arti.. Tapi, aduuuuh habis ini presentasiii !!

Senin, 24 Januari 2011

dingiin

terjebak hujan di kampus. apa lagi yang dilakukan selain online. aduduuh, mana jaket basah. sepertinya percuma juga dipakai. dan belum ngecek jas hujan. semoga aja bawa.
hujan begini mengingatkan saya tentang satu cerita di masa lalu *ceilah
jadi waktu itu saya dan teman saya berniat ke malang plaza. naik angkot. bukannya saya nggak suka naik motor atau apa, oke oke saya ngaku. waktu itu kelas 3 SMA, dan saya belum bisa naik motor. sekarang? ya udah lah. mandiri itu penting.
oke lanjut, kami turun di alun-alun. hujan deres banget. akhirnya mutusin buat berteduh di masjid. kami diskusi berdua, nggak mungkin juga jalan ke malang plaza hujan deres begini. akhirnya kami mutusin buat naik becak. tau laah, anak SMA gengsinya kayak apa. mau manggil tukang becak aja pake dorong-dorongan. kalo di desa nenek di kediri sih enak aja naik becak. tapi ini di malang lho, kota rame. gara-gara temen saya kelamaan dan saya juga udah kelaperan, panggil aja tuh becak. haha, jangan ditiru yaa. saya memang khilaf waktu itu. semua kerjaan sama aja kok yang penting halal. pak tukang becak, maafkan kami yaa..

hwaah dingin sekali..

ni hao :)

saya baruuuu saja bikin blog ini. don't know why, saya pikir ada baiknya juga kalau tulis-tulis atau sekedar coret-coret disini. well ya, hari ini sedikit melelahkan. dosen yang saya tunggu selama 4 jam dan saya kerjakan tugasnya sampai nggak makan siang, ternyata nggak bisa dateng. oh my..benar-benar miris sebenarnya. setelah lapar stadium akhir, akhirnya pergi makan juga. ternyata, nasi goreng yang saya pesen datengnya 1 jam setelah saya pesen. olalaa