Tampilkan postingan dengan label lovely fams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lovely fams. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Maaf (3)

Ini untuk dua "aku" versi mini dan versi laki-laki :p

Sumpek sekali rasanya melihat kalian berdua ribut, entah berebut remote tv, bola, modem, dan lainnya. Bagaimanapun kalian lucu, meramaikan rumah yang kadang sepi. Pernah sekali kalian di rumah nenek, cuma ada aku dan ibu di rumah. Rasanya benar-benar aneh. Ngangenin ya. Belum lagi tingkah kalian yang minta pelihara hamster, tapi ujung-ujungnya aku yang merawat. Lebih lucu lagi kalau lagi mancing, diam tidak berkutik sampai ada yang dapat. Suka nakut-nakutin satu sama lain, padahal sendirinya juga penakut. Tidak ada yang berani tidur di kamar atas, sampai akhirnya kakak tertua ini yang tidur sendirian diatas.

Hei sayang, maaf ya kakak tertua ini sering memberi contoh yang buruk. Pulang larut malam, belajar di kasur, makan malam di depan TV, tidur kemalaman. Jadilah laki-laki yang hebat seperti ayah nanti, suami yang baik seperti ayah, dan ayah yang baik seperti ayah kita pula. Ssstt.. Cari istri yang cantik dan baik ya, seperti ibu :)

Maaf (2)

Maaf, karena aku sudah merasa mandiri sehingga tak ingin kau kekang. Aku merasa sudah menjadi dewasa. Padahal sampai kapanpun, aku akann menjadi gadis kecilmu. Ayah, aku tidak bisa membayangkan pernikahan. Saat-saat dimana kau melepaskan aku, karena kau merasa aku menemukan pengganti dirimu. Tidak, Ayah. Tidak ada satupun laki-laki yang sepertimu. Menungguku di ruang tamu sampai larut, sementara aku bersenang-senang menonton kembang api diluar. Aku sudah lupa bagaimana masa kecilku, tapi klise-klise ini cukup menggambarkan betapa sayangnya kau padaku. Sekarang aku sudah cukup mengerti mana baik dan mana yang buruk untukmu. Aku sudah tahu apa saja yang membahayakanmu. Sekarang aku tidak lagi menyeduhkan kopi hitam panas ketika kau pulan kerja. Alih-alih segelas susu kedelai hangat. Berkali-kali kuingatkan untuk menjauhi puntungan busuk itu, tapi seolah kau kebal dengan ocehanku. Kusembunyikan, kau beli lagi. Kubuang, beli lagi. Kurendam dengan air, beli lagi. Ayah, jangan merokok lagi.

Maaf untuk lancang melarang apa yang kau sukai.
Aku, mencintaimu :)

Maaf

Maaf pertama, karena seringkalinya kuabaikan nasehatmu.
Maaf kedua, karena melupakan pesan singkatmu ketika bersama teman-teman.
Maaf ketiga, karena melalaikan perintahmu.
Maaf keempat, karena merepotkanmu ketika aku sakit.
Maaf kelima, karena melewatkan masakan yang sudah kau buat di pagi buta, hanya karena aku terburu-buru.
Maaf keenam, karena seringnya tidak mengabarimu sampai larut malam.
Maaf ketujuh, karena baru datang setelah kau tertidur pulas.
Maaf kedelapan, kesembilan, kesepuluh...

Aku terlalu banyak melakukan kesalahan sampai tak tahu berapa jumlahnya. Kesombongan atas mandiriku yang belum apa-apa ini, sudah menjadikanku lalai kalau aku tetap bukan siapa-siapa tanpamu. Sampai tahun kedelapan belas aku kau kasihi, terima kasihku tak terhingga. Temani aku terus ya.
Ibu, no one better than you. Me loves you so :)

Selasa, 15 November 2011

my man


Belum ada lelaki terbaikku setelah ayah. Mungkin nanti akan ada yang menjagaku seperti ayah, seseorang yang aku akan mengabdikan hidup untuk berbakti padanya. Seseorang yang akan kucium tangan dan pipinya saat pergi dan pulang kerja. Seseorang yan akan mengimami sholat dan ibadahku kepada-Nya. Seseorang yang akan aku rawat sepenuh hati jika sakit. Seseorang yang akan duduk diam dan membelaiku ketika aku menangis.

Aku sayang ayah. Begitupun lelaki terbaikku setelah ayah. Ia tidak akan merasa sakit sendirian :)

Kamis, 18 Agustus 2011

Dear daddy


Dear daddy, no matter where I go in life. Who’ll I get married to. How much I spend much time with guys. You’ll always be my number one man #myownquotes
Dad, you’re really ma man.
Bener-bener bersyukur, punya ayah yang sabar dan ngerti. Sayangnya ngga terlihat, tapi terasa. Dulu waktu masih SD, aku pernah kejatuhan dipan yang ada pakunya. Kepalaku sampai harus dijahit. Sampai sekarang dipan itu ngga pernah terlihat. Kata ibu, habis aku kejatuhan,ayah langsung buang dipan itu :’)
Sekarang, aku udah segede gini dan mulai bandel kalau dinasehatin. Udah bukan anak kecil yang langsung pulang habis sekolah. Bukan anak kecil yang ngadu kalau dijahilin. Pulang malem-malem tiap hari. Ngga akan diem dirumah kalau emang lagi bener-bener sakit dan ngga bisa jalan. Sekarang ayah yang kerjanya berangkat Senin pagi dan pulang Jumat atau Sabtu malem, tetep telfon kalau aku belum pulang. Jelasnya dapet laporan dari ibu. Kalau udah ayah yang telfon, aku bakal pulang saat itu juga. Ayah juga ngga bakal tidur kalau aku belum pulang. Pernah waktu itu malam minggu, aku keluar sama temen-temen, pulang jam 10 malem. Ternyata ayah masih nunggu di ruang tamu pas semua udah tidur :’)
Ayah ngga pernah marah, apa lagi sama aku. Kalau ayah jengkel, pasti diem. Kalau sudah reda jengkelnya, baru aku dinasehatin.
Kata ibu, dulu waktu ayah kerja bertahun-tahun di Kalimantan dan aku di Bali, aku sampai nggak ngenalin waktu ayah pulang. Sampai nangis-nangis ngga mau ikut ayah. Kalau denger cerita-cerita ayah, rasanya pengen benget tau seperti apa ayah dulu. Sempat nemuin beberapa carik kertas yang tulisannya masih diketik pakai mesin ketik. Ternyata itu cerpen buatan ayah. Bukan Cuma satu, tapi ada banyak. Sebagian besar ceritanya tentang pendaki. Maklum, ayah dulu pendaki juga. Tapi ngga tau kenapa kalau anaknya satu ini mau ikut naik gunung bareng temen-temen malah ngga dibolehin :D
Ayah juga pinter. Pas nemuin raportnya, nilai ayah bagus-bagus. Tapi ayah ngga pernah marah kalau nilaiku jelek, haha. Oh iya, ayah juga cerita. Dulu cewek-cewek banyak yang naksir, tapi ayah cool-cool aja. Emang ayah orangnya ngga terlalu peduli sama begituan. Sampai ketemu ibu, mungkin gara-gara ibu yang ceriwis dan ayah cool kali ya, jadi ayah nyambung sama ibu.
Ayah ganteng, tinggi pula. Kata ibu, aku harus dapet suami yang lebih ganteng dari ayah ntar, “ibu jelek-jelek gini aja bisa dapet yang seganteng ayah. Berarti kamu harus dapet yang lebih ganteng lagi”. Astaga! Hahaha :D
The best part adalah bukain pager, bawain tas, dan bikinin kopi waktu ayah pulang kerja :D
Ayah, terima kasih sudah menjagaku. Ngga tau harus dengan apa aku balas. Semoga nanti aku bisa bikin ayah bangga sudah menaruh namamu di belakang namaku. I love you :*

Rabu, 03 Agustus 2011

horay

Pembicaraan tadi malem bener-bener bikin lompat-lompat. Meskipun puasaan baru aja dimulai dan lebaran masih cukup lama, tapi kami sekeluarga udah ngomongin masalah MUDIK.

Selalu excited sama moment satu ini. Rencana awal ke Kediri aja, soalnya tahun kemarin udah ke Bali. Tapiii..tadi malem ada rencana baru. Tanggal 27 ke Bali, sampeeee..tanggal 2. Nah berhubung di Kediri ada reuni keluarga, jadi tanggal 4 ke Kediri.

I dnt mind it. Seberapapun lama atau sebentarnya, yang namanya menginjak tanah dewata itu alhamdulillah banget. Banyak mood booster disana. Ada mbah kakung, satu-satunya eyang yang saya punya sekarang. Keluarga besar, bukan, keluarga besaaaaaarr banget yang pasti ntar ngeramein lebaran. Rasanya lebaran disana bener-bener beda. Rame, erat sama yang namanya persaudaraan, plus nyobain macem-macem kuliner yang unik-unik. Belum lagi tempat-tempat yang peacefully. Pantai..kebun..tebing.. O my God. Ada ab jugaa, yeay, sodara saya yang paling kece nih si ab.

Hwaah..can`t imagine how tht will be exciting. Hopefully plan ini terkabul.

Rabu, 29 Juni 2011

cuning :)

Jadi Cuning itu...
Mm..ceritanya gini..

Jadi dia ditemuin di depan rumah, lagi sendirian. Badannya gedeeee banget.Warnanya kuning kecoklatan, jadinya dipanggil Cuning.
Karena ngga ada yang nyariin, jadi kita pelihara, dikandangin.
Jadi, Cuning itu.. kelinci.

Hahaha, honestly dia unyu banget.
Tapi yang malesin, oke, bersihin kandangnya.
Iiuuuhh..mana adek2 lagi berlibur, jadilah saya yang tiap pagi bersihin kandangnya.

Cuning, siapapun keluarga asalmu. Semoga kamu betah ya sama kita..
--"

oh ya, belum sempet foto, jd blum bisa upload.
as soon deh :)

Senin, 06 Juni 2011

new famm :)

Uwahahahaha, excited bangeet..

I hv my new lil' brother and sister !!
Namanya Nyunyu dan Nyinyi, they're sooooo cuuuuteee :DD

First is Nyinyi. Dia cewek. Warna kulitnya putih. Harga dirinya 10ribu rupiah aja, hehe. Dia nggak bisa diem, sukanya naik turun prosotan, muter-muter di roda mainannya. Dia nggak bisa ngupas kwaci sendiri, jadinya harus kusuapin. Matanya merah, tapi nggak serem kayak Suzanna.
This is Nyinyi :


Nah, second is Nyunyu. Dia lebih kecil dari Nyinyi, tapi dia cowok. Warnanya abu-abu, ada seleret item di punggungnya. Sebenernya dia lebih lucu dari Nyinyi, tapi karena aku kakak yang baik, aku nggak akan pilih kasih :o
Yang Nyunyu lebih mahal, 15ribu dia. Nggak tau kenapa yang cowok lebih mahal, tapi Nyinyi nggak tau kok, hehehe.
Ini Nyunyu :

Aaaaa...fotonya keciiil..
Tapi lucu kok :)


Welcome hooooomeeeee my unyus' haha